TIDAK MUNGKIN TAPI BISA

Desember 8th, 2009 by alphy
TIDAK MUNGKIN TAPI BISA
………..

Sahabat saya yang hatinya baik,
Melihatlah ke belakang, dan Anda akan banyak melihat hal yang tadinya tidak mungkin bagi Anda, tetapi sekarang telah Anda capai.
Sehingga sebetulnya, hal-hal yang sekarang Anda rasakan sebagai yang tidak mungkin itu,
adalah hal-hal yang belum Anda hidupi dengan wajar, yang nanti juga akan menjadi hal wajar yang mengisi kehidupan Anda di masa depan.
Maka inginkanlah yang besar.
Perhatikanlah bahwa;
Tingkat keinginan Anda ditentukan oleh penghormatan Anda kepada diri sendiri.
Berfokuslah pada yang bisa Anda kerjakan, bukan pada yang akan Anda dapat, lalu perhatikan apa yang terjadi.
………..
Sahabat saya yang terkasih,
Setelah melaksanakan taping dari 5 MTGW di hari Sabtu dan Minggu kemarin, hari ini adalah hari istirahat saya.
Bagaimana pun bersemangat- nya saya dalam pekerjaan saya, saya juga sudah tidak muda lagi.
Saya iri sekali dengan adik-adik saya yang usianya setengah dari saya, dan mampu untuk bersantai-santai saat dunia sibuk sekali membangun kehidupan yang baik.
Seandainya Tuhan berkenan untuk menghadiahkan waktu dan tenaga yang disia-siakan oleh mereka itu,
untuk memperbesar kebaikan yang bisa kita upayakan,
akan banyak sekali yang bisa kita bangun bagi kebaikan kehidupan banyak orang,
… alangkah indahnya kehidupan ini.

Jadwal Pertandingan Turnamen IBL 2009 (24-28 November 2009)

Nopember 26th, 2009 by alphy

Jadwal Pertandingan Turnamen IBL 2009 (24-28 November 2009)

Pool B. Bandung (GOR C-Tra Arena, Cikutra, Bandung)

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Aspac Jakarta vs Bima Sakti Nikko Steel Malang
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Stadium Bhinneka Solo

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Citra Satria Jakarta vs Aspac Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Bima Sakti Nikko Steel Malang

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Citra Satria Jakarta
17:00 – 19:00 Aspac Jakarta vs Stadium Bhinneka Solo

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Bima Sakti Nikko Steel Malang vs Stadium Bhinneka Solo
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Citra Satria Jakarta

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Stadium Bhinneka Solo vs Citra Satria Jakarta
18:00 – 20:00 Garuda Flexi Bandung vs Aspac Jakarta

——

Pool A. Jakarta

Selasa, 24 November 2009

16:00 – 18:00 Satria Muda BritAma Jakarta vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Muba Hangtuah IM Palembang

Rabu, 25 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Satria Muda BritAma Jakarta
18:00 – 20:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Pelita Jaya Esia Jakarta

Kamis, 26 November 2009

15:00 – 17:00 Nuvo CLS Knights Surabaya vs Muba Hangtuah IM Palembang
17:00 – 19:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Angsapura Evalube Medan

Jumat, 27 November 2009

16:00 – 18:00 Angsapura Evalube Medan vs Nuvo CLS Knights Surabaya
18:00 – 20:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Satria Muda BritAma Jakarta

Sabtu, 28 November 2009

16:00 – 18:00 Muba Hangtuah IM Palembang vs Angsapura Evalube Medan
18:00 – 20:00 Pelita Jaya Esia Jakarta vs Satria Muda BritAma Jakarta

TUHAN TELAH MENETAPKAN REZEKI KITA. BUKAN PADA JUMLAHNYA, TETAPI PADA SYARATNYA.

Nopember 26th, 2009 by alphy

Sahabat saya yang berhak bagi sebesar-besarnya rezeki,
Marilah kita mulai dengan menerima formula yang ketetapannya sudah dibuktikan sejak lahirnya kemanusiaan, bahwa:
Rezeki kita kecil, jika kita bernilai kecil bagi orang lain.
Rezeki kita besar, jika kita bernilai besar bagi orang lain.
Dan satu lagi,
Rezeki itu bukan hanya uang.
Rezeki itu meliputi semua rahmat Tuhan bagi kita, yang bisa berupa kesehatan, kedamaian, ilmu, keluarga yang sejahtera dan berbahagia, nama baik, dan pengaruh yang besar untuk memajukan kebaikan dan mencegah terjadinya keburukan.
Dan yang tertinggi nilainya dari semua rezeki adalah IMAN kepada Tuhan Yang Maha Esa.
Apakah ada yang lebih indah daripada hidup dalam keimanan, berpamitan dari kehidupan dunia dalam keimanan, dan memasuki surga dalam keimanan?
Maha Besar Tuhan, dengan semua kekuasaan dan kasih sayang-Nya.
Maka,
Marilah kita membesarkan nilai kita bagi orang lain, dan mengikhlaskan penghitungan imbalannya kepada Tuhan.
Janganlah seperti dia yang malas, penunda, dan peragu, tetapi yang galak menyalahkan orang lain yang tidak memuliakan kehidupannya.
Orang yang malu untuk mengajukan dirinya yang bernilai – dan menghindari bekerja bagi keuntungan banyak orang, harus berani menjadi orang yang tidak dibutuhkan.
Orang yang tidak dibutuhkan, tidak akan dinilai.
Karena,
Tingginya kebutuhan orang lain atas peran kita, menentukan tingginya penghargaan atas kehadiran kita.
Janganlah juga seperti dia yang malas untuk menjadikan dirinya pandai,
menunda pekerjaan bagi kebaikan orang lain,
dan meragukan kemungkinan berhasil dari rencana-rencananya sendiri;
tetapi marah dalam doa-doanya yang menuduh Tuhan berlaku tidak adil.
Tuhan Maha Adil.
Yang bernilai bagi orang lain, akan dijadikan-Nya bernilai.
Apakah kita sampai hati,
meminta Tuhan menjadikan orang yang malas, tidak jujur, dan penggerutu – untuk hidup dalam keindahan yang disediakan untuk jiwa-jiwa baik yang bermanfaat bagi saudaranya?
Ada kepantasan bagi segala sesuatu.
Jika yang kita minta besar, maka pantaskanlah diri kita untuk menerima yang besar.
Dan jika kita mengeluhkan kecilnya penghormatan orang lain kepada kita, mungkin itu adalah pemberitahuan untuk memeriksa yang sedang kita lakukan,
agar kita tidak melanjutkan sikap dan perilaku yang memantaskan kita bagi penghormatan kecil dari orang lain.
Perhatikanlah, bahwa
Selalu ada pemberitahuan untuk memperbaiki diri didalam keluhan kita sendiri.
………..
Dan untuk adik-adik saya yang besar impiannya,
Jadikanlah kehadiran mu di antara orang banyak, sebagai kehadiran yang menguntungkan.
Jika rezeki mu penting, maka pentingkanlah peran mu bagi kebaikan orang lain.
Jadikanlah diri mu pandai, rajin, dan jujur.
Tuhan telah menetapkan rezeki kita.
Bukan pada jumlahnya, tetapi pada syaratnya.
Maka,
Jadikanlah diri mu pandai, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang pandai, yang bermanfaat bagi banyak orang karena ilmunya.
Rajinkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang melakukan banyak hal yang menyenangkan banyak hati, yang menjernihkan kehidupan orang yang sedang kalut, yang menguatkan mereka yang sedang lemah, dan yang menunjukkan jalan keluar bagi mereka yang sedang tersesat.
Jujurkanlah diri mu, agar rezeki mu adalah rezeki orang yang amanah dalam memangku tugas, yang menasehatkan kebenaran, dan menasehatkan kesabaran.
Jadikanlah yang kau lakukan sebagai bukti dari kebenaran yang kau katakan.
Dan janganlah engkau mengatakan yang tidak akan kau lakukan.
Setialah kepada yang benar.
Jadikanlah diri mu teladan dalam penyetiaan diri kepada yang benar,
karena dengannya Tuhan akan mengutus semua kekuatan di alam ini untuk menjadi pembuka jalan bagi mu, menjadi pemelihara kebaikan mu, dan menjadi penjaga dari fitnah dan keburukan.
Apakah tadi aku mendengar hati mu mengatakan, amien …?
Adikku, itu penting sekali.
Apa pun yang baik dari perkataan orang yang kau dengar atau yang kau baca, katakanlah ‘amien …’ dengan setulus-tulusnya, karena dengannya engkau menjadikan kebaikan yang dikatakan dan dituliskan itu sebagai doa mu.
Dan karena engkau mengatakannya bersama banyak orang yang juga mendengar dan membacanya, maka sebetulnya kekuatan dari doa mu dikalikan dengan pelipatan yang sangat besar.
Sudah lebih jelas sekarang bagi mu, mengapa engkau dianjurkan untuk bergaul dengan mereka yang baik?
Dalam pergaulan yang baik, engkau akan selalu menemukan kebaikan, engkau akan mendengar dan membaca kebaikan, yang cukup dengan sedikit keikhlasan mu untuk mengucapkan amien …, akan memaafkan tahun-tahun panjang yang pernah kau lewatkan tanpa doa dan ibadah, dan menggantikannya dengan masa kini dan masa depan yang lebih lapang dan damai.
Engkau adalah kekasih Tuhan.
Maka berlakulah yang pantas bagi kedekatan yang demikian indah dengan Tuhan.
………..
Sahabat saya yang terkasih,
Begitu dulu ya?
Mudah-mudahkan Tuhan menguatkan kita untuk mencapai perubahan besar yang sudah lama kita niatkan itu.
Apakah tadi Anda mendengar diri Anda mengatakan ‘amien …’?
Super!
Marilah kita tetap bersaudara dan bersahabat dalam kebaikan.
Mohon disampaikan salam sayang untuk keluarga Anda tercinta, dari Ibu Linna dan saya.
Sampai kita bertemu dan berbincang ramah suatu ketika nanti.
Terima kasih dan salam super,

MENDENGARKAN ADALAH SIKAP HATI

Nopember 22nd, 2009 by alphy
………..

Sahabat-sahabat saya yang hatinya baik,
Kehidupan ini adalah sebuah buku yang terbuka lebar,
dan membuka dirinya bagi mereka yang ingin menemukan jawaban bagi semua pertanyaannya.
Sebagian membaca, dan mengerti.
Sebagian membaca, dan mengerti sebagian.
Ada yang selalu bertanya, tetapi tidak membaca.
Ada yang tidak membaca, tetapi berlaku seperti telah mengerti.
Banyak orang yang hanya memandang, tetapi tidak melihat.
Dan lebih banyak lagi, orang yang terlibat,
tetapi tidak menjadi bagian penting dari apa pun.
Itu sebabnya,
selain melihat dan terlibat dalam kesibukan bisnis dan kehidupan ini;
kita juga perlu mendengarkan,
dan mencapai transformasi diri yang dimungkinkan oleh mendengarkan.
Bertentangan dengan kecenderungan umum,
untuk mendahulukan berbicara karena kekhawatiran bahwa diri ini tidak terdengar;
biasakanlah diri ini untuk menahan bicara,
dan kemudian mendengar.
Karena,
jika kita berbicara, kita hanya bisa mengatakan yang sudah kita ketahui.
Tetapi,
jika kita mendengarkan, kita mungkin akan mendengar yang belum kita ketahui.
Seorang pendengar yang baik,
bukan mendengarkan karena dia tidak memiliki sesuatu yang bisa dikatakan.
Dia mendengarkan, karena dia berencana untuk berbicara lebih baik setelah mendengar.
Itu sebabnya kita diminta mengerti bahwa berbicara adalah wilayah kepandaian,
sedang mendengarkan adalah wilayah kebijakan.
Dan, jika cara-cara membaca yang baik belum ramah kepada diri ini;
maka gunakanlah cara termudah untuk belajar,
yaitu mendengarkan.
Jika bisnis dan kehidupan ini sebuah buku yang menjadi hidangan lezat bagi mata yang belajar, dia juga bisa menjadi pesta pora bagi telinga yang mendengar.
Bisnis dan kehidupan ini adalah sebuah buku audio,
yang berbisik, mendayu, gemerincing, dan menggelegak dengan nanyian suka-cita.
Sebuah perayaan yang merentang dari lembutnya nafas tidur bayi yang baru lahir semalam,
sampai ke gelora keberhasilan anak-anak kemanusiaan untuk mendatangkan kebaikan bagi saudara-saudaranya.
Pejamkanlah mata sebentar,
dengarkan dan perhatikan betapa banyaknya hal baik, penting, dan indah
yang telah lama tertindih dan tersingkirkan oleh keinginan-keinginan sesaat kita.
Yaitu hal-hal yang membutakan dan menulikan,
karena ketergesaan dan kelemahan yang tidak membangun kekuatan sejati untuk berjaya dalam bisnis dan kehidupan.
Diam-lah sejenak …
Hening-lah, dengarkan, dan perhatikan.
Secara perlahan akan datang kesadaran-kesadaran baru.
Sebagian dari kesadaran itu berbisik mengenai penundaan-penundaan kita,
yaitu hal-hal penting yang harus kita lakukan.
Sebagian meniupkan semilir udara sejuk yang menenangkan,
karena lebih banyak hal yang menjadi wajar,
karena kesulitan adalah sama wajarnya dengan kemudahan.
Sebagian lagi membesarkan relung di hati ini bagi kemampuan mensyukuri dan memuja dengan lebih khusuk.
Itu sebabnya orang yang mendengar bisa melihat yang tidak kelihatan.
Itu juga sebabnya,
orang yang mudah berhasil dalam bisnis dan kehidupan adalah mereka yang bisa melihat sesuatu dengan jelas,
sebelum sesuatu itu menjadi jelas bagi banyak orang.
Mereka yang berhasil dengan jujur,
yang keberhasilannya dilestarikan dengan nama baik itu,
adalah mereka yang membiasakan dirinya melihat dengan pikirannya,
dan mendengar dengan hatinya.
Mendengarkan adalah sikap hati.
Memang awalnya,
kesediaan untuk mendengar bisa dimulai dengan keputusan pikiran untuk mengambil keuntungan dari mendengarkan,
tetapi akhirnya hanya hati yang baik yang secara alamiah mendahulukan mendengar.
Karena,
ledakan keras dan kebisingan berkelanjutan memang bisa membuat orang tuli.
Tetapi,
kerusakan pendengaran terparah adalah yang disebabkan oleh lidah yang sibuk dalam pementingan diri sendiri.

TETAPKANLAH STANDAR ANDA SENDIRI

Nopember 22nd, 2009 by alphy
Anda harus menetapkan standar kualitas untuk yang dapat Anda terima dalam karir dan kehidupan pribadi Anda.
Jika tidak, Anda akan sering diharuskan menerima apa adanya.
Menerima apa adanya bukanlah sikap yang mewakili keberserahan kepada Tuhan.
Mengupayakan tercapainya yang terbaik, adalah sikap orang yang mensyukuri apa pun yang telah ada pada dirinya, untuk mencapai yang terbaik bagi dirinya, keluarganya, dan bagi sebanyak-mungkin orang lain.
Anda harus menuntut pencapaian yang terbaik dari pekerjaan Anda, jika tidak tuntutan yang sama akan ditetapkan oleh orang lain kepada Anda.
Dan mungkin, tidak ada orang yang lebih disia-siakan hidupnya, daripada dia yang diharuskan menerima apa adanya, saat yang lebih baik masih mungkin baginya.

Kebahagiaan adalah hak. Dan seperti semua hak, kitalah yang diharapkan datang menjemputnya.

Nopember 22nd, 2009 by alphy

Di dalam maklumat mengenai hak kita bagi kehidupan yang baik - ada perintah untuk memantaskan diri bagi tingkat-tingkat kebahagiaan yang naik.
Lebih jauh, kita juga diminta untuk menerima tugas yang harus diemban oleh semua yang telah diberkati dengan kebahagiaan.
Karena,
Bersama semua hak, ada tanggung-jawab.
Dan tanggung-jawab bagi mereka yang dibahagiakan, adalah membahagiakan saudaranya.
Maka orang yang tidak ingin tertunda kebahagiaannya, dia harus mendahulukan tercapainya kebahagiaan orang lain.
………..
Sahabat terkasih,
Marilah kita terima dengan ikhlas, bahwa
Kebahagiaan adalah masalah keputusan.
Hidup yang berbahagia adalah untaian dari keputusan-keputusan untuk berbahagia, dari satu waktu ke waktu berikutnya.
Maka putuskanlah untuk berbahagia, karena dengannya semua pikiran, perasaan, dan tindakan Anda akan berfokus pada yang membahagiakan.
Tetapi, seperti semua keputusan – ia sering dikerdilkan oleh tidak cukupnya ketegasan.
Keputusan yang berdampak adalah keputusan yang tegas.
Dan ketegasan untuk berbahagia datang dari keikhlasan untuk berpihak kepada yang membahagiakan.
Maka tegaslah untuk memutuskan bahwa:
Waktu terbaik untuk berbahagia adalah sekarang.
Tempat terbaik untuk berbahagia adalah di sini.
Dan cara terbaik untuk berbahagia adalah membahagiakan orang lain.
Dan yang berikut adalah undangan bagi dia yang hampir menerima kekalahan dalam upayanya untuk menjadi pribadi yang berbahagia;
Jika kita belum mampu merasa bahagia,
marilah kita hidup dengan cara yang menjadikan kita pantas untuk berbahagia.
Karena,
Tujuan hidup kita bukanlah untuk menjadi berbahagia.
Tujuan hidup kita adalah untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan, bagi diri sendiri dan bagi sebanyak mungkin orang lain.
Dan yang ini sangat penting,
Sahabat-sahabat saya yang hatinya ranum bagi pemuliaan,
Marilah kita hidup untuk membahagiakan sebanyak mungkin orang lain, agar kita dijauhkan dari kecenderungan untuk berlemah diri dalam kesedihan.
Perhatikanlah,
Orang yang hidup hanya untuk dirinya sendiri – lebih mudah untuk merasa sedih dan tidak berguna.
Marilah kita melibatkan diri dalam kesibukan kemanusiaan untuk
mengeluarkan saudara kita yang terkungkung dalam kelemahan, membebaskan mereka yang terjepit dalam penderitaan,
dan menegakkan mereka yang terbongkokkan oleh kemiskinan.
Dan untuk menutup pembicaraan yang sebetulnya tidak akan bisa ditutup ini, karena keharusan untuk menjadi sebab bagi kebahagiaan saudara-saudara kita berlaku sepanjang hayat kita,
ini adalah yang dipesankan bagi kita:
Perasaan kita ditentukan oleh apa yang kita kerjakan dan yang kita hindari. Karena, tidak mungkin bagi kita untuk berbahagia dalam menghindari melakukan yang baik.
Maka janganlah hindari pikiran yang baik, perasaan yang baik, dan terutama jangan hindari tindakan yang baik.
Jika kebahagiaan hidup ini penting bagi Anda dan mereka yang Anda cintai;
Muliakanlah kehidupan, muliakan setiap jiwa yang Anda sentuh,
lalu perhatikan apa yang terjadi.

Anda tidak bisa membangun kehidupan yang luar biasa dengan keberanian yang biasa.

Nopember 22nd, 2009 by alphy

………..

Anda tidak bisa membangun kehidupan yang luar biasa dengan keberanian yang biasa.
Keberanian adalah sebuah kualitas yang memaksimalkan.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan kebesaran dan ketinggian dari yang ingin Anda capai. Yang selain itu, adalah pembatasan kebebasan hati.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan upaya Anda untuk mencapai yang Anda inginkan. Yang selain itu, adalah pembatasan kesediaan bekerja.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan tanggung-jawab yang Anda pikul. Yang selain itu, adalah pembatasan potensi.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan ukuran dan nilai dari kontribusi Anda. Yang selain itu, adalah pengkerdilan hak untuk menerima.
Jika Anda berani, Anda akan memaksimalkan peran yang Anda minta dari Tuhan. Yang selain itu, adalah pengecewaan tujuan hidup Anda.

Kita tidak akan pernah mengenali kekuatan kita, sampai kita menemui kesulitan.

Nopember 22nd, 2009 by alphy
Maka janganlah lagi kita hanya mengeluhkan besarnya kesulitan yang harus dihadapi oleh kecilnya kekuatan kita.
Tuhan tidak akan menaruh kita dalam keadaan yang kesulitannya lebih besar daripada kemampuan kita untuk mengatasinya.
Terimalah hukum itu dengan keikhlasan yang utuh, karena setelahnya - Anda akan memasuki semua masalah dan kesulitan dengan mental yang tahu pasti bahwa Anda akan berhasil melangkah keluar dari kesulitan - dengan kemenangan yang anggun.
Tidak ada tujuan lain daripada kesulitan, kecuali menjadikan kita lebih kuat daripada sebelum kesulitan itu hadir.
Kesulitan hadir kedalam kehidupan kita dalam tingkat-tingkat yang bertahap, agar kita juga tumbuh dalam tahap-tahap yang direncanakan itu.
Hanya jiwa-jiwa terpilih dan yang sangat kuat, yang dimasukkan kedalam kesulitan yang akan mematahkan jiwa mereka yang lemah.
Jika kita memperhatikan, sesungguhnya – kesulitan besar hanya diperkenalkan kepada kaum yang kuat.
Dan kita patut meneladani kekuatan hati saudara-saudara kita di Padang, yang mentenagai upaya mereka untuk bangkit dari bencana yang sama sekali tidak sepele ini, dan berdiri bangga sebagai sekelompok jiwa yang kebaikannya mengharukan

Kunci bagi keberhasilan yang seimbang adalah sebuah keluarga yang penuh dengan cinta kasih.

Nopember 19th, 2009 by alphy
Ambillah rumah kecil yang sesederhana apa pun.
Ia akan lebih indah daripada istana semegah apa pun yang berisi pertengkaran.
Ingatlah, bahwa
Tujuan dari semua keberhasilan
adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai.
Apakah yang sebetulnya kita harap untuk dicapai
dengan upaya berkelanjutan dan tanpa letih
untuk menemukan kesalahan satu sama lain,
dan menggunakan semua muslihat untuk membuktikan
bahwa pasangan kita salah?
Apakah kita membutuhkan kemarahan
dan kebencian sebagai jalan untuk
mencapai kehidupan yang baik dan berbahagia?
Mengapakah kita tidak memilih suasana yang damai,
pengertian yang menerima dan memaafkan,
ketulusan yang memesrakan,
dan kepolosan yang menggembirakan satu sama lain?
Mengapakah demikian penting bagi kita untuk merasa benar
di atas kesalahan kekasih hati kita?
Jika kita saling mengasihi, mengapakah kita mengupayakan
kepuasan dari penyiksaan hatinya?
Mengapakah kita tidak saling mengupayakan kegembiraan bagi satu sama lain?
Mengapakah kita tidak melihat bahwa kesedihan hati kekasih kita
adalah pencacatan kehidupan kita sendiri?
Mengapakah penting bagi kita untuk merasa menang dalam
keluarga yang pasangannya terkalahkan dan terkecilkan?
Marilah kita lebih berkasih sayang.
Bahagiakanlah kekasih Anda,
karena itu adalah cara terdekat untuk membahagiakan diri Anda sendiri.
Indahkanlah kecintaan Anda kepada keluarga,
karena cara terdekat untuk memperbaiki rezeki
adalah meningkatkan kualitas kasih sayang dalam keluarga.
Berlakulah lebih damai,
lalu perhatikan apa yang terjadi.
………..
Rumah ini melambai ramah kepada saya,
yang tak bisa menahan diri dari memotretnya dari dalam mobil kami,
yang baru saja meninggalkan wilayah sekolah dasar yang baru kami kunjungi di Padang.
………..
Rumah ini lebih indah
daripada istana semegah apa pun
yang berisi pertengkaran.
Ingatlah, bahwa
Tujuan dari semua keberhasilan,
adalah pulang ke rumah dengan perasaan damai.

Dia yang mau-nya hanya yang gratis, memiliki kesempatan kecil untuk menjadi mampu membeli.

Nopember 19th, 2009 by alphy

Dia yang mau-nya hanya yang gratis, memiliki kesempatan kecil untuk menjadi mampu membeli.
Ingatlah bahwa yang menjadi fokus Anda, akan tumbuh.
Maka orang yang memfokuskan seluruh perhatiannya hanya untuk menemukan kesempatan makan gratis, menonton gratis, baju gratis, menginap gratis, tumpangan kendaraan gratis, pulsa telepon gratis, dan semua yang gratis,
akan kehabisan stamina mental dan tenaga fisik yang dibutuhkannya untuk membangun nilai pribadi yang menjadikannya pantas dibayar.
Dengan ketertarikan untuk tidak membayar, dia menjadikan dirinya tidak memiliki kualitas yang pantas untuk dibayar.
Karena dia dihargai rendah oleh lingkungannya, dia semakin tersemangati untuk mengupayakan apa pun yang tidak harus dibayar.
Maka menjadi semakin ahli-lah dia dalam mencari yang gratis-gratis, dan semakin tidak memiliki waktu dan energi untuk mampu melakukan apa pun yang memantaskannya bagi bayaran.
Tetapi …,
kemudian …,
dia menyalahkan kehidupan.
Dalam keluhan panjangnya, yang mengisi masa-masa panjang penantian datangnya yang gratis,
dia mengeluhkan ketidak-adilan dunia, dia menyalahkan pemerintah, dia menyalahkan orang tua yang tidak kaya, dia belajar membenci orang-orang yang menjadi kaya karena kejujuran dan kerja keras, yang dituduhnya tidak bersedekah.
Dia menyalahkan semua orang kecuali dirinya.
Tetapi,
dia kecewa dengan diri dan kehidupannya.
Dan tetapi lagi,
setiap kali orang menawarkan pekerjaan yang akan menjadikannya berhak bagi bayaran, dia akan bertanya:
Boleh minta mentahan-nya saja?
Langsung sajalah, ada uangnya nggak? Uang dulu dong, baru kerja!
Kalau ada uang, baru kita bicara!
(tetapi, menurut yang pernah berhubungan dengannya,
setelah menerima uang, dia akan ingkar janji …)
………..
Untuk orang seperti ini, seribu malaikat pun tidak akan bisa membantunya.
………..
Lalu, lihatlah satu rekan kita yang lain,
Yang bekerja keras mengupayakan pendapatan yang penuh berkah bagi keluarganya,
yang mungkin mengeluh juga karena kecilnya pendapatan,
tetapi, tidak mengurangi kesungguhan kerjanya,
karena dia sadar, bahwa semakin kecil yang didapatnya, harus semakin keras dia bekerja.
Dia selalu mengulangi nasehat dari seorang rekannya yang lebih tua darinya; bahwa
Jika kecil yang kau hasilkan, harus semakin besar kesungguhan kerja mu.
Jika engkau setia dengan nasehat ini, engkau akan menghasilkan lebih untuk pekerjaan yang sama.
Dan jika engkau tetap setia dengan nasehat ini, engkau akan akhirnya menghasilkan lebih,
untuk sedikit pekerjaan yang dikerjakan oleh orang lain untuk mu.
………..
Maka janganlah hanya menginginkan yang mudah.
Janganlah keinginan mu untuk yang mudah, menjauhkanmu dari belajar menguasai yang sulit.
Sesungguhnya, karena kemampuan mu lebih besar daripada semua kesulitan mu, kehidupan ini yang sebetulnya sama sulitnya bagi semua orang, akan tampil sangat mudah bagi mu, dan akan berlaku sangat ramah kepada mu.
………..
Inginkanlah yang mudah, tetapi jangan lupakan keharusan mu untuk menjadi lebih kuat.
Bukan pemberian yang mudah yang akan memudahkan hidup mu,
tetapi kemampuan yang menjadikan mu pantas bagi semua pemberian besar - yang tidak mudah untuk didapat itu, yang akan menjadikan mu penegak kehidupan yang berjaya.
………..
Sekarang,
berdirilah tegap, berjalanlah gagah, tataplah dunia dengan ketajaman mata mu yang ramah, berbicaralah dengan kelembutan yang tegas, berlakulah dengan penuh hormat, dan muliakanlah setiap jiwa yang kau sentuh.
Sana …,
jadikanlah diri mu berguna.
Bergaullah engkau,
bersahabatlah dan libatkanlah diri mu dalam pergaulan dengan orang-orang baik,
lakukanlah yang baik,
upayakanlah rezeki yang baik,
tumbuhlah dalam kerja keras yang menggembirakan mereka yang kau layani,
lalu pulanglah engkau dengan perasaan damai,
kembali ke rumah untuk mengistirahatkan diri dan hati mu,
dalam pelukan penuh canda dan tawa
bersama belahan-belahan jiwa mu yang kau sebut keluarga itu.
………..
Adikku yang dititipkan ibumu kepada ibuku,
Sayangilah diri mu, sebagaimana Tuhan menyayangi mu,
agar Tuhan melengkapkan pemuliaan diri dan kehidupan mu,
sebagaimana yang telah direncanakan- Nya bagi mu, bahkan jauh sebelum kelahiran mu.
Hati mu memberi-tahu mu, bahwa Tuhan menyayangi mu, dengan menggantungkan air mata di pelupuk mu, dan memasang penyekat di tenggorokan mu.
Ikhlaskanlah diri mu bagi pemuliaan oleh Tuhan.
Jangan tolak pengertian tulus dari hati mu.
Engkau jiwa yang terkasih bagi Tuhan.
Maka muliakanlah penciptaan mu, dengan menghindarkan diri mu dari bersikap dan berlaku yang tidak memuliakan diri mu sendiri.